Driver Online Kendari Kecam Perlakuan Sepihak Atas Pemasangan Baliho Larangan Di Pelabuhan

KENDARI – Sultrakunews.com – Ketegangan antara pengemudi transportasi daring (online) dengan asosiasi driver lokal di kawasan Pelabuhan Kendari kembali memuncak. Hal ini dipicu oleh pemasangan baliho besar yang secara eksplisit melarang driver online mengambil penumpang di area pelabuhan, pada Kamis, 07/05/2026.

Pemasangan baliho tersebut dinilai sebagai tindakan sepihak yang tidak memiliki dasar hukum kuat serta mencederai rasa keadilan bagi para pencari nafkah digital di Kota Kendari.

Aturan Sepihak Tanpa Dasar Hukum
Perwakilan driver online Kendari menyatakan keberatan keras atas tindakan tersebut. Menurut mereka, larangan yang dipasang oleh pihak asosiasi driver pelabuhan tidak merujuk pada regulasi resmi dari Pemerintah Kota maupun Dinas Perhubungan.

“Kami bekerja secara legal, aplikasi kami resmi, dan kami membayar pajak. Pemasangan baliho itu murni aturan sepihak yang dibuat tanpa melibatkan kami atau pemerintah. Ini jelas intimidasi terhadap mata pencaharian,” ujar salah satu koordinator lapangan driver online.

*Poin-Poin Keberatan Driver Online:*

*Ketiadaan Payung Hukum:* Hingga saat ini, belum ada Perda atau SK Gubernur/Wali Kota yang melarang transportasi online beroperasi di fasilitas publik seperti pelabuhan.

*Pembatasan Hak Konsumen:* Masyarakat (penumpang) berhak memilih moda transportasi yang mereka inginkan berdasarkan kenyamanan dan transparansi harga.

*Diskriminasi Ekonomi:* Larangan ini dianggap menutup pintu rezeki bagi ratusan driver online yang menggantungkan hidup dari mobilitas penumpang di pelabuhan.

*Upaya aksi penolakan*

Menanggapi situasi yang kian menyudutkan ini, pihak driver online Kendari menegaskan bawah Mereka berencana melakukan aksi protes dan upaya mediasi paksa jika baliho tersebut tidak segera diturunkan atau diklarifikasi oleh pihak terkait.

“Jika aturan dibuat secara sepihak dan bersifat menindas, maka kami siap melakukan perlawanan. Kami meminta pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi gesekan fisik di lapangan,” tambahnya.

*Situasi Saat Ini*

Hingga berita ini diturunkan, baliho tersebut masih terpampang di area strategis pintu keluar pelabuhan. Pihak otoritas pelabuhan dan Dinas Perhubungan setempat diharapkan segera memberikan titik terang guna menghindari konflik horizontal antar sesama pengemudi transportasi di Kendari.

Report : (Henky)
Editor : HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: