15 Tahun MAS Waloindi Berharap Bantuan Dari Pemerintah & Dinas Terkait, Hasilnya Tak Kunjung Datang

KENDARI – sultrakunews.com – Dunia pendidikan belum sepenuhnya mendapatkan sentuhan dan perhatian, khususnya daerah pelosok, Kondisi ini tergambar dari penampakan ruang kelas belajar (RKB) sekolah Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waloindi.
sekolah yang berlokasi di desa waloindi kecamatan Togo Binongko,kabupaten Wakatobi ini, sudah hampir 15 tahun belum pernah lagi mendapatkan perhatian yang berarti dari pemerintah.

Sekolah yang dibentuk pada tahun 2006 ini, terakhir kali mendapatkan bantuan berupa gedung dari pemerintah kabupaten Wakatobi pada tahun 2008., bantuan yang di usulkan pemerintah desa Waloindi saat itu, kemudian langsung direspon oleh Ir.Hugua (bupati Wakatobi) dengan pemberian bantuan berupa 3 lokal gedung kelas,yang mana pembangunanya saat itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh mantan Bupati tersebut., sampai saat ini gedung tersebut masih di gunakan,namun dengan keadaan yang sudah mulai rusak, terlihat dari plafon atap yang sudah berjatuhan dan juga dinding yang mulai keropos.

Saat ini MAS Waloindi di kelola oleh Masyarakat dan di berikan tanggung jawab kepada ketua yayasan dan kepala sekolah untuk menjalankan proses pengelolaan di sekolah tersebut .

Ketika di temui awak media sultrakunews.com 3/6/2024. ketua yayasan,Madrsah Aliyah Swasta Waloindi Moh tanda (73) menyampaikan bahwa sudah beberapa kali mengusul kepemerintah ataupun dinas terkait agar sekolah tersebut diperhatikan namun sampai saat ini tidak ada respon yang berarti.,

seringkali pula yayasan mengusulkan agar sekolah tersebut disegerakan agar dinegerikan saja, namun belum juga ada tindakan pasti.
harapan dari yayasan dan masyarakat agar ada perhatian pemerintah mengingat pendidikan merupakan hal penting bagi kemajuan bangsa maka dari itu harus ada perhatian khusus yang di berikan oleh pemerintah, apalagi kondisi sekolah yang berada jauh dipelosok seperti MAS Waloindi.

“Saya sebagai ketua Yayasan yang di percayai oleh masyarakat berharap ada bantuan dari pemerintah,karena mengingat pendidikan adalah modal untuk masa depan anak anak kita apalagi sekolah kami yang ada dipelosok seperti ini” jelasnya

Hal yang sama juga di keluhan oleh salah satu guru honor di sana, Alim (30) .yang mengeluarkan ketiadaanya gedung kantor serta MCK disekolah sehingga ketika para guru membutuhkan mereka harus kembali ke rumah atau numpang kerumah warga.
begitupun juga dengan kurangnya ruang kelas membuat para murid harus bergantian untuk masuk ke ruang kelas.

“Kami kalau rasa mau buang air terpaksa harus balik kerumah dulu, begitu juga kalau masuk mengajar murid murid harus bergantian untuk masuk di kelas karna satu gedung kami gunakan untuk kantor.”jelasnya

Sebagai penjelasan Saat ini gedung sekolah yang di gunakan untuk antivitas belajar mengajar hanyalah 2 gedung di karenakan 1 gedung lagi di gunakan untuk berkantor bagi para guru sehingga para murid harus bergantian untuk menerima proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

(Harys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: