Ratusan Forum Driver Online Sulawesi Tenggara Geruduk Polda Sultra, Protes Larangan Ambil Penumpang Di Pelabuhan Kendari

KENDARI – Sultrakunews.com – Gelombang massa forum persatuan draiver online memadati depan gerbang Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (29/4). Ratusan forum persatuan draiver online dari berbagai aplikator menggelar aksi solidaritas guna menuntut keadilan terkait pembatasan zona pengambilan penumpang yang terjadi di kawasan pelabuhan Kota Kendari.

​Titik Terang Konflik di Area Pelabuhan
​Aksi ini dipicu oleh keresahan para driver yang seringkali mendapatkan intimidasi hingga larangan fisik saat hendak menjemput penumpang di dalam maupun di sekitar area pelabuhan. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi tuntutan massa:

​Penghapusan Zona Merah: Massa menuntut agar tidak ada lagi pembatasan atau “zona merah” yang melarang driver online mengambil penumpang di area publik seperti pelabuhan.

​Jaminan Keamanan: Meminta perlindungan hukum dari Polda Sultra atas tindakan intimidasi yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum tertentu terhadap driver ojol di kawasan tersebut.

​Implementasi Aturan yang Adil: Mendesak pihak otoritas pelabuhan dan kepolisian untuk menegakkan aturan transportasi yang inklusif, sesuai dengan hak setiap warga negara untuk memilih moda transportasi.

​Suara dari Jalanan

​Koordinator aksi menyatakan bahwa pembatasan ini sangat memukul pendapatan para driver, terutama saat kapal penumpang tiba.
​”Kami ini legal, kami bayar pajak, dan aplikasi kami resmi. Kenapa saat masuk pelabuhan kami seolah-olah diperlakukan seperti pencuri? Kami hanya menjemput rezeki dari penumpang yang sudah memesan lewat aplikasi,” ujar salah satu perwakilan driver dalam orasinya.

​Para driver juga mengeluhkan adanya sanksi sepihak atau pengusiran paksa yang seringkali berakhir dengan keributan fisik, yang dinilai sangat merugikan citra pariwisata dan keamanan Kota Kendari.

​Hasil Mediasi dengan Polda Sultra
​Pihak Polda Sultra menerima sepuluh perwakilan massa untuk melakukan audiensi. Kepolisian berkomitmen untuk menjadi penengah dalam konflik menahun antara angkutan konvensional/setempat dengan angkutan online di titik-titik vital.

Massa membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan jaminan bahwa pihak Polda Sultra akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna mencari solusi permanen agar driver online bisa menjemput penumpang di pelabuhan tanpa rasa takut.

(Henky)
Editor (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: