Dikeluhkan Wisatawan, Ada Pungutan Retribusi Rp20 Ribu di Pelataran Benteng Keraton Buton

​BAUBAU — Sultrakunews.com – Kawasan wisata sejarah Benteng Keraton Buton di Kota Baubau mendadak menuai sorotan. Sejumlah wisatawan mengeluhkan adanya pungutan biaya retribusi sebesar Rp20.000 per orang saat mereka berada di kawasan pelataran benteng tersebut pada Selasa (19/5) sore.

​Keluhan ini mencuat lantaran para pengunjung merasa tidak mendapatkan kejelasan terkait dasar aturan pungutan tersebut. Mereka mengaku hanya duduk-duduk santai menikmati suasana sore di area pelataran, tanpa memasuki objek wisata khusus atau menggunakan fasilitas berbayar lainnya.

​Kejutkan Pengunjung yang Sedang Bersantai
​Salah seorang wisatawan, Yanti, mengungkapkan keterkejutannya saat tiba-tiba dihampiri oleh petugas yang meminta uang retribusi.

Menurutnya, tindakan tersebut terkesan mendadak tanpa adanya penjelasan atau sosialisasi yang memadai mengenai jenis layanan yang sedang ditarik biayanya.

​“Kami hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana Benteng Keraton Buton, tetapi kemudian diminta membayar Rp20 ribu per orang. Kami berharap ada informasi yang jelas agar pengunjung tidak bingung,” ungkap Yanti kesal.

​Desak Transparansi dan Papan Informasi
​Keluhan senada juga diutarakan oleh beberapa pengunjung lain yang berada di lokasi. Mereka menilai pihak pengelola kawasan wisata perlu menerapkan transparansi yang lebih baik terkait penarikan tarif retribusi.

​Beberapa poin penting yang disuarakan oleh para wisatawan antara lain:

– ​Transparansi Tarif: Kejelasan mengenai untuk apa saja biaya Rp20.000 tersebut digunakan.

– ​Papan Informasi Resmi: Pengadaan papan pengumuman yang mudah dilihat di area strategis, mencantumkan besaran biaya resmi beserta dasar hukum atau Perda (Peraturan Daerah) yang melandasinya.

​Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Baubau, Benteng Keraton Buton senantiasa menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

​Masyarakat berharap, tata kelola pertunjukan dan fasilitas di kawasan situs bersejarah ini dapat dibenahi dengan baik. Hal ini dinilai penting demi menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mempertahankan citra positif pariwisata Baubau, tanpa mengabaikan kelestarian situs benteng terluas di dunia tersebut.

Report ( Henky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: