Tak Kunjung Usai Hadapi Banjir, Warga Haeba Wua-Wua Ancam Boikot Walikota dan Anggota DPRD Kendari

​KENDARI – Sultrakunews.com – Dipicu rasa frustrasi akibat banjir yang terus berulang tanpa penanganan konkret, warga Haeba di Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, menyatakan sikap tegas pada Minggu (24/5)

Melalui aksi protes bersama, mereka mengancam akan memboikot kedatangan pejabat pemerintah kota, mulai dari Anggota DPRD, Walikota, hingga Wakil Walikota Kendari menjelang masa pemilihan mendatang.

​Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam warga terhadap janji-janji manis politik yang dinilai tidak pernah terealisasi. Dalam sebuah poster tuntutan yang beredar luas, warga membentangkan spanduk di tengah genangan air bertuliskan:

“Kami sudah capek janji, tapi banjir tetap di sini!”
​Mosi Tidak Percaya Terhadap Pemerintah
​Warga Haeba secara terbuka melayangkan mosi kecewa dan tidak percaya kepada jajaran Pemerintah Kota Kendari.

Mereka menegaskan bahwa wilayah pemukiman mereka kini tertutup bagi para pejabat politik yang berniat masuk, kecuali jika ada aksi nyata untuk membenahi infrastruktur penanggulangan banjir.
​”Banjir bukan takdir, tapi akibat kelalaian! Kami menuntut bukti nyata, bukan sekadar janji-janji kampanye yang berulang setiap musim pemilu,” tulis pernyataan sikap warga dalam maklumat tersebut.

​Empat Poin Tuntutan Warga Haeba:
​Sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pengabaian struktural, warga menyuarakan empat poin utama:

​Banjir Bukan Takdir: Warga menegaskan banjir yang merendam pemukiman mereka adalah dampak dari kelalaian tata kelola drainase dan lingkungan oleh pemerintah.

​Tolak Janji Manis: Melarang keras para politisi datang membawa janji tanpa adanya realisasi dan bukti fisik penanganan banjir di lapangan.
​Suara Bukan untuk Diabaikan: Menuntut agar hak suara dan aspirasi mereka sebagai warga negara dihormati secara nyata, bukan hanya dimanfaatkan saat pemilu.

​Haeba Bersatu: Menyatukan tekad seluruh elemen warga untuk tidak tinggal diam melawan pengabaian yang dilakukan oleh pemangku kebijakan.

​Ancaman boikot ini dinyatakan akan terus berlaku sampai tiba masa pemilihan, atau hingga Pemerintah Kota Kendari menurunkan tim dan anggaran konkret untuk menyelesaikan masalah banjir yang selama bertahun-tahun menyengsarakan warga Haeba.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Kendari maupun perwakilan DPRD Kota Kendari terkait ancaman boikot dan tuntutan dari warga Kelurahan Wua-Wua tersebut.

Report ( Henky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: