KENDARI – Sultrakunews.com – Warga Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, mengeluhkan buruknya kualitas jaringan telekomunikasi dan internet di wilayah mereka. Kondisi “blank spot” atau susah sinyal ini telah berlangsung lama dan kini mulai berdampak serius pada aktivitas pendidikan serta roda perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan keluhan warga, sulitnya akses komunikasi ini tidak hanya mengganggu komunikasi harian, tetapi juga menghambat fasilitas pendidikan yang ada di wilayah tersebut.
Saat ini, Abeli Dalam memiliki fasilitas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap. Di era digital di mana ujian dan sistem belajar mengajar berbasis online, minimnya sinyal menjadi kendala besar bagi guru dan siswa.
“Anak-anak dan guru di SD-SMP Satu Atap sangat kesulitan. Mau browsing materi belajar atau sinkronisasi data dapodik saja harus cari dataran tinggi dulu yang ada sinyalnya. Ini sangat menghambat kualitas pendidikan kami,” ujar salah satu warga setempat.
Dampak Terhadap Sektor Pembangunan Ekonomi
Keluhan ini kian mendesak seiring dengan tumbuhnya fasilitas baru di kawasan tersebut. Saat ini, Abeli Dalam sedang bergerak maju dengan adanya beberapa proyek pembangunan penting, di antaranya:
Pembangunan Sekolah Rakyat: Fasilitas pendidikan non-formal yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat.
Gedung Koperasi Merah Putih: Pusat ekonomi warga yang diharapkan mampu mendongkrap kesejahteraan lokal.
Warga khawatir, jika masalah infrastruktur jaringan ini tidak segera diatasi oleh Pemerintah Kota Kendari maupun pihak provider telekomunikasi, gedung-gedung baru yang sedang dibangun tersebut tidak akan bisa beroperasi secara maksimal setelah rampung nanti.
Sektor administrasi koperasi modern saat ini sangat bergantung pada jaringan internet untuk transaksi dan pendataan.
Harapan Warga Kepada Pemerintah
Masyarakat Abeli Dalam Puuwatu sangat berharap Pemerintah Kota Kendari, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dapat segera turun tangan. Warga mendesak adanya koordinasi dengan pihak penyedia layanan telekomunikasi (provider) untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) atau tower penguat sinyal di area mereka.
Dengan adanya perbaikan jaringan, warga optimistis aktivitas belajar mengajar di SD-SMP Satu Atap, Sekolah Rakyat, serta operasional Koperasi Merah Putih dapat berjalan lancar demi kemajuan wilayah Abeli Dalam.
Report (Henky)