Diduga Beraksi Sepihak, Komplotan Preman Berkedok Organisasi Ancam Driver Maxim Pakai Sajam di Pelabuhan Wawonii

​KENDARI – Sultrakunews.com Aksi premanisme jalanan kembali meresahkan para pengemudi ojek online (ojol). Sebuah insiden ketegangan terjadi di depan Pelabuhan Wawonii pada Selasa (9/6) sekitar pukul 13.11 WITA. Sejumlah pria yang diduga merupakan anggota organisasi dengan kedok preman melakukan pelarangan sepihak terhadap seluruh driver Maxim yang hendak menjemput penumpang di area tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelarangan tersebut memicu intimidasi fisik yang membahayakan nyawa. Salah seorang saksi sekaligus perwakilan driver, RB, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya menegur, tetapi juga melakukan pengancaman berat menggunakan senjata tajam kepada para pengemudi Maxim yang melintas atau berniat mengambil penumpang.

​”Semua supir Maxim diancam sama dia, bukan cuma satu orang. Dia sempat mencabut badik, dan setelah itu ada driver yang dikejar menggunakan parang sampai ke depan pasar pelelangan ikan,” ujar RB saat memberikan keterangan.

​Kronologi Kejadian dan Dampak
​Aksi koboi para pelaku ini disinyalir bersumber dari aturan sepihak yang mereka buat sendiri untuk menguasai zona penjemputan penumpang di kawasan pelabuhan. Akibat dari bentrokan sepihak ini, situasi di sekitar pelabuhan dan pasar pelelangan sempat mencekam.

​Pukul 13.11 WITA: Pelaku mulai melakukan penghadangan dan intimidasi di depan Pelabuhan Wawonii.

​Aksi Kekerasan: Selain ancaman verbal, dilaporkan terjadi tindakan pemukulan fisik terhadap salah satu driver Maxim.
​Pengejaran Senjata Tajam: Korban lainnya dikejar oleh pelaku yang membawa parang hingga ke area depan Pasar Pelelangan.

​Korban Resmi Melapor ke Polisi
​Tidak terima dengan perlakuan intimidasi dan kekerasan fisik tersebut, pihak korban bersama komunitas driver Maxim langsung mengambil langkah hukum. Hingga berita ini diturunkan, driver yang menjadi korban pemukulan serta driver yang sempat dikejar menggunakan parang telah resmi membuat laporan di kantor kepolisian setempat.

​Para driver berharap pihak aparat penegak hukum segera bertindak tegas menangkap para pelaku premanisme berkedok organisasi ini demi menjamin keselamatan pekerja transportasi online dan kenyamanan masyarakat di fasilitas publik seperti pelabuhan.

Report: Henky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: