KENDARI, SULTRAKUNEWS.COM – Pemandangan tidak biasa menghiasi hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengular hingga ke badan jalan raya, memicu kemacetan parah di beberapa titik krusial kota.
Fenomena kelangkaan dan antrean panjang ini dipicu oleh dua faktor utama: migrasi massal pengguna Pertamax ke Pertalite serta adanya keterlambatan pasokan (suplai) Pertalite ke sejumlah SPBU.
Jeritan Konsumen dan Kemacetan Kota
Pantauan di beberapa lokasi strategis, seperti SPBU Ahmad Yani (Wua-Wua), SPBU Martandu, hingga SPBU di kawasan Poasia, menunjukkan antrean mobil bahkan mencapai radius satu kilometer. Banyak pengendara yang harus rela mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Seorang pengendara roda empat, Rahman (42), mengaku sudah mengantre sejak pukul 06.00 WITA di SPBU Wua-Wua, namun baru bisa mencapai pompa pengisian menjelang siang hari.
“Mau tidak mau harus antre, Mas. Kalau pakai Pertamax terus, dompet bisa jebol. Sekarang selisih harganya lumayan terasa untuk kami yang kerjanya mobile setiap hari,” keluh Rahman.
Pemicu Utama: Migrasi Konsumen & Keterlambatan Suplai
Berdasarkan penelusuran dan informasi dari pengelola lapangan SPBU, situasi ini diperparah oleh dua kondisi yang terjadi secara bersamaan:
Peralihan Konsumen (Migrasi Ke Pertalite)
Fluktuasi harga BBM nonsubsidi (Pertamax) membuat sebagian besar masyarakat kelas menengah yang sebelumnya setia menggunakan Pertamax, memilih untuk beralih (turun kelas) ke Pertalite. Hal ini menyebabkan lonjakan permintaan (demand) Pertalite secara drastis di atas rata-rata konsumsi harian normal.
Keterlambatan Pasokan dari Depot
Pihak pengelola SPBU menyebutkan bahwa pasokan Pertalite dari Depot Pertamina mengalami keterlambatan tiba di lokasi. Akibatnya, terjadi kekosongan stok selama beberapa jam di tangki penyimpanan SPBU. Ketika armada tangki Pertamina tiba membawa pasokan, kendaraan yang sudah menunggu lama langsung menyerbu area SPBU secara bersamaan.
Dampak Berantai di Jalan Raya
Akibat antrean yang meluber hingga ke jalan utama, arus lalu lintas di Kota Kendari mengalami kelambatan yang signifikan. Pada jam-jam sibuk—seperti pagi hari saat jam masuk kantor dan sore hari saat jam pulang kerja—beberapa ruas jalan utama nyaris lumpuh.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polresta Kendari bahkan harus dikerahkan ke sejumlah SPBU untuk mengatur jalurnya antrean agar tidak menutup total akses jalan bagi pengguna lalu lintas lainnya.
Harapan Warga kepada Pertamina
Masyarakat Kota Kendari berharap pihak Pertamina bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah taktis untuk mengurai benang kusut ini. Warga meminta adanya penambahan kuota harian atau setidaknya memastikan jadwal distribusi pasokan Pertalite tepat waktu agar kepanikan masyarakat (panic buying) tidak terus berlanjut.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di berbagai SPBU Kendari terpantau masih padat, dan masyarakat diimbau untuk tetap tertib serta tidak melakukan pengisian secara berlebihan menggunakan jeriken tanpa izin resmi.
Report: Henky