Pilu! Bertaruh Nyawa di Laut, Warga Laonti Konsel Berjuang Cari Berobat ke Kendari Tanpa Akses Jalan

KENDARI, SULTRAKUNEWS.COM – 21 Juli 2026 – Jeritan hati warga Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara kembali mencuat ke publik. Di tengah kemajuan zaman, masyarakat di wilayah pesisir ini masih harus bertaruh nyawa demi mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak ke Kota Kendari.

Tanpa adanya akses jalan darat yang memadai, warga yang membutuhkan rujukan medis darurat terpaksa mengandalkan transportasi laut berupa perahu kayu. Mirisnya, jadwal kedatangan perahu tersebut sama sekali tidak menentu, sehingga warga kerap terombang-ambing dalam ketidakpastian saat nyawa sanak keluarga mereka berada di ujung tanduk.

Bertaruh Nyawa di Tengah Lautan

Situasi pilu ini berhasil diabadikan oleh salah seorang warga setempat bernama Heriyanti melalui sebuah rekaman video. Ia menggambarkan betapa sulit dan mencekamnya perjuangan masyarakat Laonti saat harus menyeberangkan pasien kritis menuju rumah sakit di Kota Kendari.

“Jalannya tidak pernah ada penyelesaian, tidak pernah ditembuskan sehingga kami merasa kesulitan. Apalagi ketika ada orang sakit, bahkan kami sering kehilangan nyawa di tengah laut,” tegas Heriyanti dengan nada penuh kekecewaan.

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian

Menurut keterangan Heriyanti, kondisi memprihatinkan ini bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, masyarakat Laonti hidup dalam bayang-bayang isolasi infrastruktur tanpa adanya perhatian serius maupun solusi nyata dari pihak pemerintah daerah terkait pembangunan akses jalan darat.

Harapan Masyarakat Laonti

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerataan pembangunan di wilayah Konawe Selatan. Masyarakat Kecamatan Laonti sangat berharap agar pemerintah segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan akses jalan darat secara tuntas, agar tragedi nyawa melayang di tengah laut tak lagi terulang di masa depan.

Editor: Henky S.Ars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: