WAKATOBI, SULTRAKUNEWS.COM – Taman Nasional Wakatobi kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional setelah resmi ditunjuk mewakili Indonesia dalam program pelestarian lingkungan hidup dan konservasi bahari yang digagas oleh badan PBB, UNESCO. Penunjukan ini menegaskan peran vital Wakatobi sebagai salah satu benteng pertahanan ekosistem laut terbesar dan terpenting di dunia.
Kawasan Kepulauan Wakatobi—yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle)—dikenal memiliki ratusan spesies terumbu karang dan ribuan jenis biota laut. Penyu hijau dan penyu sisik yang melintas anggun di antara terumbu karang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini, sekaligus indikator penting bahwa kualitas ekosistem laut di Wakatobi masih terjaga dengan sangat baik.
Melalui program baru ini, UNESCO bersama Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan berkolaborasi untuk meningkatkan strategi konservasi berbasis masyarakat. Langkah-langkah utama yang diusung dalam program ini meliputi:
• Penguatan Kawasan Konservasi: Memperketat pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal dan perlindungan habitat penyu bertelur.
• Integrasi Pendidikan Lingkungan: Menyisipkan kurikulum kebaharian dan kesadaran lingkungan pada setidaknya 7 model pembelajaran berbasis sekolah di tingkat lokal, guna membentuk generasi muda yang peduli konservasi sejak dini.
• Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan: Mengedukasi para penyelam, wisatawan, dan operator tur untuk menerapkan standar penyelaman ramah lingkungan demi menjaga keutuhan terumbu karang.
Diharapkan, keterlibatan Wakatobi dalam program UNESCO ini tidak hanya berhasil menyelamatkan keanekaragaman hayati laut dari ancaman perubahan iklim, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
Editor: Henky S,Ars