Ratusan Muda-Mudi Yang Tergabung Dalam Komunitas Motor BIKERS se-Sultra Sukses Melaksanakan Pengibaran Sangsaka Merah Putih Terpanjang Ditahun Ini.

KOLAKA, SULTRAKUNEWS.COM — Semangat nasionalisme dan solidaritas para pecinta roda dua kembali menggelegar di bumi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ribuan bikers yang tergabung dari puluhan komunitas lintas daerah berkumpul menggelar aksi kolosal: Pengibaran Bendera Merah Putih Terpanjang di Daratan Sulawesi Tenggara ke-6 Tahun 2026.

Tahun ini, Pantai Kajuangin di Kota Kolaka dipilih menjadi saksi bisu berkibarnya kain sang saka di sepanjang garis pantai. Pemandangan pesisir yang asri berpadu dramatis dengan hamparan warna merah-putih yang dibentangkan secara bergotong-royong oleh para pengendara motor.

Ketua Panitia Pelaksana, S. Syamsuri H., menegaskan bahwa konsistensi menggelar agenda tahunan ini adalah bukti nyata bahwa komunitas motor di Sultra memiliki kepedulian tinggi terhadap persatuan bangsa.

“Ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul atau touring biasa. Ini adalah simpul perekat silaturahmi sekaligus momentum bagi para bikers untuk menunjukkan jiwa patriotisme. Memasuki tahun ke-6, semangat kawan-kawan dari berbagai kabupaten/kota justru makin membara,” ujar S. Syamsuri H. di lokasi kegiatan.

Rekam Jejak Lokasi Pengibaran (Edisi 1–6)

Kegiatan bentang bendera raksasa ini memiliki sejarah panjang yang menjelajahi berbagai bentang alam dan titik strategis di Sultra:

• Edisi 1–3: Padang Savana, Kabupaten Bombana
• Edisi 4: Lapangan Rate-Rate & Bendungan, Kabupaten Kolaka Timur
• Edisi 5: Pantai Taipa & Halaman Kantor Bupati, Kabupaten Konawe Utara
• Edisi 6 (2026): Pantai Kajuangin, Kota Kolaka

Dampak Sosial dan Pariwisata

Selain menyuarakan pesan nasionalisme, ajang tahunan ke-6 ini membawa dampak positif bagi daerah tuan rumah:

• Promosi Pariwisata Lokal: Memperkenalkan keindahan Pantai Kajuangin ke kancah yang lebih luas melalui publikasi media sosial para bikers.

• Pemberdayaan UMKM: Membantu mendongkrak perekonomian pedagang lokal dan pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan pantai selama acara berlangsung.

• Kampanye Safety Riding: Menjadi wadah edukasi tertib lalu lintas dan pelopor keselamatan berkendara bagi seluruh anggota komunitas.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, penggalangan aksi sosial, serta deklarasi damai komunitas bikers se-Sulawesi Tenggara untuk terus menjaga persaudaraan tanpa membedakan jenis tunggangan.

Report: Henky
Editor: Harys Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: