Langit Sulawesi Tenggara Diselimuti Kabut Asap, BMKG Imbau Warga Pakai Masker
KENDARI, SULTRAKUNEWS.COM — Kabut asap dalam kategori sedang diperkirakan masih akan menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga tiga hari ke depan. Fenomena yang sudah berlangsung selama sepekan terakhir ini memicu penurunan kualitas udara dan jarak pandang di beberapa area.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari BMKG, Heri Purnomo, menjelaskan bahwa pengamatan udara menunjukkan jarak pandang umum berkisar antara 8 hingga 9 kilometer. Namun, kondisi lebih pekat sempat terjadi di Kota Kendari dan sekitarnya.
”Pada 3 Oktober 2026, teramati di wilayah Kendari dan sekitarnya pada pagi hari terdapat asap yang cukup tebal dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer,” tulis BMKG Sultra dalam siaran pers resminya.
Peningkatan Partikulat PM2.5 dan 105 Titik Panas
Hasil pemantauan kualitas udara di Kota Kendari mencatatkan kenaikan konsentrasi partikulat PM2.5 yang berada pada kategori sedang, yakni antara 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik sejak dini hari hingga sore. Walau diprediksi membaik pada malam hari, pola penumpukan asap ini berpotensi terus berulang.
Selain itu, BMKG mendeteksi sebanyak 105 titik panas (hotspot) tersebar di Sultra, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bombana. Kendati demikian, pantauan Satelit Himawari-9 dan arah angin yang bertiup dari Timur-Timur Laut mengindikasikan sebagian besar sebaran asap yang masuk ke Sultra sebenarnya berasal dari luar wilayah provinsi.
Sejumlah daerah yang berpotensi terdampak kabut asap ini meliputi Kota Kendari, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, hingga Wakatobi.
Imbauan Kesehatan dan Kewaspadaan Transportasi
Menanggapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi:
• Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
• Perbanyak konsumsi air putih dan tutup jendela rumah jika kabut asap terasa semakin pekat.
• Kelompok rentan (anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan) disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.
• Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi penurunan jarak pandang mendadak.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi guna mendukung upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Editor: Redaksi