KENDARI, SULTRAKUNEWS COM — Ratusan pengemudi dan pengendara transportasi berbasis aplikasi yang tergabung dalam Gabungan Komunitas Pengemudi dan Pengendara Berbasis Aplikasi (Garda Online Sultra) bersiap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Mengusung tagline “Lawan Kedzaliman!!!”, seruan aksi ini menjadi puncaknya kekecewaan para mitra driver—termasuk mitra dari layanan Grab, Maxim, Gojek, hingga Gojo—terhadap serangkaian masalah ketidakadilan ekonomi dan ancaman keselamatan kerja di lapangan.
Aksi ini tidak hanya menyoroti penyesuaian pendapatan harian yang dinilai makin jauh dari kata layak, tetapi juga ancaman nyata keamanan fisik yang berulang kali dialami para pengemudi saat mengambil atau mengantar penumpang di titik-titik krusial Kota Kendari, khususnya area pelabuhan.
Tiga Tuntutan Utama Aksi
1. Penetapan dan Kenaikan Tarif ASK oleh Gubernur Sulawesi Tenggara
Para pengemudi mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara untuk segera menerbitkan regulasi atau Surat Keputusan (SK) terkait penyesuaian dan kenaikan tarif Angkutan Sewa Khusus (ASK) berbasis aplikasi. Kenaikan harga bahan bakar, suku cadang, dan tingginya potongan aplikator dinilai makin menekan pendapatan bersih driver, sehingga intervensi tarif dari pemerintah daerah sangat mendesak.
2. Proses Hukum Kasus Penganiayaan dan Kriminalitas oleh Polda Sultra
Garda Online Sultra menuntut Polda Sulawesi Tenggara untuk bertindak tegas dan transparan dalam memproses hukum para pelaku penganiayaan serta tindak kriminal terhadap driver dan biker online yang terjadi di kawasan Pelabuhan Kendari. Lambatnya penanganan kasus kekerasan di lokasi tersebut dinilai memicu rasa tidak aman bagi para pengemudi saat menjalankan tugasnya.
3. Pemberantasan Premanisme dan Monopoli Ilegal Kawasan Pelabuhan
Pemerintah Provinsi dan Otoritas Pelabuhan Kendari didesak untuk memutus mata rantai praktik premanisme dan penguasaan area secara ilegal oleh oknum atau kelompok asosiasi driver pelabuhan tertentu. Praktik intimidasi dan intimidasi fisik yang melarang pengemudi aplikasi mengambil penumpang secara bebas di kawasan publik pelabuhan dinilai melanggar hukum dan merugikan hak konsumen serta pengemudi online.
Estimasi Titik Kumpul dan Rute Aksi
Meskipun jadwal rinci keberangkatan masih diselaraskan antar-komunitas, aliansi diperkirakan akan memusatkan titik kumpul di kawasan strategis Kota Kendari sebelum melanggar konvoi (long march) menuju beberapa instansi target:
• Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara: Fokus tuntutan penetapan SK Tarif ASK.
• Mapolda Sulawesi Tenggara: Fokus penegakan hukum kasus penganiayaan driver.
• Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari / Area Pelabuhan: Fokus sterilisasi premanisme dan penataan zona jemput penumpang.
Dampak Potensial Bagi Masyarakat dan Pengguna Aplikasi
✓ Potensi Kelangkaan Driver (Off-Bid Massal): Selama aksi berlangsung, masyarakat imbau untuk mengantisipasi tingginya waktu tunggu atau minimnya ketersediaan armada ojek dan taksi online di wilayah Kendari dan sekitarnya.
✓ Kepadatan Lalu Lintas: Pengendara diimbau menghindari ruas jalan protokol menuju Kantor Gubernur dan Mapolda Sultra untuk menghindari kemacetan akibat konvoi kendaraan roda dua dan roda empat para demonstran.
Garda Online Sultra menegaskan bahwa aksi ini akan tetap dikawal secara tertib dan damai, namun mereka memeringatkan tidak akan mundur sebelum ada komitmen konkret dan surat keputusan resmi dari pihak-pihak terkait.
Editor: Henky S.Ars