KONAWE SELATAN, SULTRAKUNEWS.COM — Sebanyak 2.288 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, terdeteksi terlibat dalam transaksi judi online.
Berdasarkan rekapitulasi data SIKS-NG Dinas Sosial periode Agustus 2026, angka tersebut tersebar di 25 kecamatan di wilayah Kabupaten Konawe Selatan.
Sorotan Data Kecamatan Terbanyak dan Terendah
Dari total 2.288 KPM yang terdeteksi, beberapa wilayah mencatatkan jumlah kasus yang cukup dominan:
• Kecamatan Tinanggea menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni mencapai 231 KPM.
• Kecamatan Angata menyusul di urutan kedua dengan total 182 KPM.
• Kecamatan Laonti berada di posisi ketiga tertinggi dengan jumlah 151 KPM.
Sementara itu, wilayah dengan catatan penerima bansos bertransaksi judi online terkecil adalah Kecamatan Basala dengan 16 KPM, disusul Sabulakoa (30 KPM), Ranomeeto Barat (32 KPM), dan Wolasi (43 KPM).
Rincian Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan (Desil)
Data rekapitulasi memperlihatkan bahwa tingkat kecanduan judi online ini mendominasi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah:
• Desil 1 (Sangat Miskin): 984 KPM
• Desil 2 (Miskin): 536 KPM
• Desil 3 (Hampir Miskin): 435 KPM
• Desil 4 (Rentan Miskin): 325 KPM
• Desil Lainnya: 8 KPM
Imbauan dan Peringatan Pemerintah
Pemerintah setempat bersama dinas terkait memberikan peringatan keras kepada seluruh penerima bansos agar bijak dalam memanfaatkan bantuan yang diterima. Bantuan sosial ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, bukan untuk dialokasikan ke aktivitas perjudian online.
Peringatan Bahaya Judi Online:
✓ Kerusakan Mental: Menyebabkan kecanduan, stres, hingga depresi.
✓ Kehilangan Harta: Uang habis dan memicu penumpukan hutang.
✓ Merusak Hubungan: Keretakan dalam keluarga dan masa depan yang suram.
✓ Sanksi Hukum: Judi online merupakan tindak pidana yang dapat diproses secara hukum.
Masyarakat diimbau untuk bersama-sama mengawal pemanfaatan dana bansos demi mewujudkan hidup sejahtera tanpa perjudian.
Editor: Redaksi