KENDARI, SULTRAKUNEWS.COM — Kementerian Ketenagakerjaan membawa angin segar bagi para pencari kerja dan lulusan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyiapkan alokasi khusus sebanyak 10 ribu kuota pelatihan magang bersertifikat yang siap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pelatihan setempat.
Kepastian tersebut disampaikan Yassierli di hadapan ratusan mahasiswa saat mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (5/8/2026). Langkah strategis ini diputuskan setelah dirinya berdiskusi langsung dengan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, guna mempercepat kesiapan tenaga kerja daerah. Biaya sertifikasi dalam program ini pun diupayakan tetap terjangkau agar dapat diakses secara meluas.
Menaker mengungkapkan, program ini dirancang untuk menjawab persoalan riil di dunia kerja. Saat ini, sebanyak 63 persen perusahaan global dan sekitar 60 persen industri di Indonesia sama-sama mengeluhkan sulitnya merekrut pekerja yang keterampilannya sesuai dengan kualifikasi industri.
“Produktivitas nasional otomatis akan melonjak jika kemampuan pekerja selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia industri. Lewat sertifikasi kompetensi, kita jembatani kesenjangan tersebut,” ujar Yassierli.
Untuk menuntaskan persoalan tersebut, pemerintah mengucurkan investasi besar mencapai Rp4,2 triliun guna menyokong Program Pemagangan Nasional Bersertifikat selama enam bulan. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan intensif, tetapi juga memperoleh uang saku bulanan setara Upah Minimum Regional (UMR).
Program ini mencatatkan tren positif. Pada tahun sebelumnya, dari 100 ribu peserta yang terlibat, sekitar 30 persen di antaranya langsung diserap sebagai pegawai tetap di perusahaan tempat mereka bermagang.
Melihat keberhasilan itu, Presiden Prabowo Subianto menargetkan kuota peserta naik menjadi 150 ribu orang pada tahun 2026. Antusiasme masyarakat pun tergolong luar biasa; hanya dalam dua pekan sejak pendaftaran tahap pertama dibuka, tercatat sebanyak 400 ribu pelamar telah mendaftarkan diri.
Menutup pemaparannya, Yassierli mengimbau para pelaku usaha dan dunia industri di Sulawesi Tenggara untuk mengambil peran aktif dalam memanfaatkan momentum ini, dengan memberikan prioritas utama kepada talenta-talenta lokal.
EDITOR: REDAKSI