Anggaran Fantastis, Fisik Miris: Gapura Jalan Wisata Toronipa Rusak Parah dan Tuai Kritik Tajam

Anggaran Fantastis, Fisik Miris: Gapura Jalan Wisata Toronipa Rusak Parah dan Tuai Kritik Tajam

​KENDARI – Sultrakunews.com – Bangunan gapura megah yang berdiri di akses jalan utama menuju kawasan wisata Pantai Toronipa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. kondisi fisik ikon tersebut justru memperlihatkan kerusakan parah di berbagai sisi.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur gapura yang digadang-gadang menjadi pemanis jalur wisata tersebut kini dihiasi lubang-lubang besar. Kerusakan ini mengelupas lapisan luar bangunan dan mengekspos kualitas proyek yang diduga asal-asalan.

​Kosong Tanpa Konstruksi Kokoh
​Jika diamati dari dekat, pemandangan mengejutkan terlihat jelas pada bagian dalam tiang gapura. Struktur bangunan tersebut tampak sangat rapuh. Alih-alih menggunakan cor beton padat layaknya standar bangunan permanen pada umumnya, bagian dalam gapura justru tampak kopong atau kosong tanpa isian material yang memadai.

​”Kalau dilihat dari dekat, ini sangat rapuh. Di dalamnya kosong, tidak seperti bangunan kokoh yang semestinya,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.

​Masyarakat Kecewa, Anggaran Jadi Pertanyaan
​Mengingat proyek pembangunan jalan dan fasilitas pendukung Toronipa ini menelan anggaran daerah yang sangat fantastis, kondisi ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, khususnya masyarakat setempat. Warga mengaku kecewa karena hasil akhir pembangunan dinilai sama sekali tidak sebanding dengan besarnya dana yang telah dikucurkan oleh pemerintah.

​Dugaan adanya pengurangan kualitas spesifikasi material (downgrade) pun kini ramai diperbincangkan. Masyarakat mendesak pihak terkait untuk segera memeriksa transparansi dan akuntabilitas proyek tersebut.

​Ancaman Bahaya Bagi Pengguna Jalan
​Selain masalah kerugian estetika dan anggaran, hal yang paling mengkhawatirkan adalah faktor keselamatan. Letak gapura yang berada tepat di atas jalur utama lalu lalang kendaraan dinilai menjadi “bom waktu” yang sangat membahayakan.

​Masyarakat khawatir, dengan struktur yang rapuh dan kopong, material gapura sewaktu-waktu bisa ambruk dan menimpa pengendara yang melintas di bawahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pemerintah provinsi maupun pihak kontraktor untuk segera mengambil tindakan nyata—baik melakukan perbaikan total secara struktural maupun memberikan klarifikasi resmi terkait kualitas bangunan yang dinilai ringkih tersebut.

Report: henky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: