Merekam Rekannya Dipukul, Pengemudi Maxim di Kendari Malah Jadi Sasaran Pengeroyokan

KENDARI, SULTRAKUNEWS.COM — Ketegangan antara pengemudi transportasi online dan asosiasi driver konvensional di Pelabuhan Nusantara Kendari kembali memuncak. Seorang pengemudi online Maxim bernama Yosua menjadi korban pengeroyokan dan perusakan kendaraan oleh sejumlah oknum yang diduga anggota asosiasi driver pelabuhan.

Insiden tersebut berawal saat Yosua berusaha merekam aksi penganiayaan yang tengah menimpa rekannya sesama pengemudi online di area pelabuhan.

✓ Kronologi Kejadian Menurut Korban

Berdasarkan penuturan Yosua, aksi penganiayaan dan perusakan tersebut terjadi secara mendadak saat ia bermaksud mendokumentasikan kejadian pertama.

“Tadi ada sopir Maxim dipukul, dia teman saya juga. Saya mau videokan kejadian itu. Tiba-tiba mereka lihat saya, terus mereka kejar dan suruh hapus video yang saya rekam,” ujar Yosua.

Meski sempat menghindar, Yosua merasa khawatir dengan kondisi rekannya sehingga memutuskan untuk kembali ke lokasi kejadian. Namun, keputusannya tersebut justru membuat dirinya menjadi sasaran amuk massa.

• Penghadangan: Mobil Yosua ditahan oleh massa. Saat berusaha menyelamatkan diri, jalannya dihalangi oleh kendaraan lain.

• Terjepit: Mobil berwarna merah yang diduga milik pengemudi pelabuhan memalang jalan hingga kendaraan korban tidak bisa bergerak.

• Kerusakan Kendaraan: Korban yang terjepit tidak mampu menghindar, hingga akhirnya mobil miliknya diamuk dan mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat pukulan benda keras.

✓ Kekecewaan Terhadap Penegakan Hukum

Di tengah rasa trauma dan kerugian materiil yang dialaminya, Yosua menyampaikan kekecewaannya terkait proses hukum atas insiden-insiden serupa yang sebelumnya pernah terjadi di kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan keraguannya untuk kembali membuat laporan resmi ke pihak kepolisian karena merasa laporan-laporan sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kita mau lakukan laporan polisi, tapi seperti tidak ada gunanya. Sudah berapa korban yang melapor ke polisi, tapi tidak ditindaklanjuti. Pelakunya sampai sekarang masih berkeliaran,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi kendaraan korban mengalami kerusakan berat di bagian depan, dan komunitas pengemudi online di Kendari berharap ada tindakan tegas serta solusi permanen dari pihak berwenang guna menjamin keamanan beraktivitas di area publik seperti Pelabuhan Nusantara Kendari.

EDITOR: Henky S.Ars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: