Tradisi Baca-baca Masyarakat Bunton Dan Muna Disetiap Menjelang Ramadhan

Tradisi Haroa, sebuah ritual menyambut bulan suci Ramadhan di Sulawesi Tenggara, khususnya di kalangan masyarakat Buton dan Muna. Haroa adalah acara baca doa dan pemanjatan rasa syukur kepada Allah SWT, dipimpin oleh seorang tetua pembaca doa yang disebut “lebe”

Dalam tradisi ini, masyarakat menyajikan aneka makanan dan kudapan tradisional, seperti onde-onde, wajik, ubi goreng, dan kue-kue khas lainnya. Ada juga menu makanan nasi, telur dadar goreng, dan yang paling spesial, Manu nasu wolio (ayam masak khas wolio).

Tradisi Haroa tidak hanya digelar untuk menyambut Ramadhan, tapi juga untuk perayaan besar Islam lainnya, seperti Maulid Nabi, Nifsu Sya’ban, dan acara-acara penting lainnya. Ini adalah momen untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan melalui tradisi budaya

Selain Haroa, ada juga tradisi lain di Sulawesi Tenggara, seperti Tembaha Wula, yaitu ritual menembakkan meriam bambu ke arah bulan pada malam pertama Ramadhan, sebagai tanda dimulainya puasa esok hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait: